Cara Menghemat Baterai Android Agar Tahan Seharian
Baterai Android yang cepat terkuras biasanya bukan karena perangkatnya rusak, tapi karena ada pengaturan dan kebiasaan yang menguras daya. Berikut cara menghematnya.
Baterai Android yang cepat habis sering kali disebabkan oleh pengaturan layar yang terlalu terang dan aplikasi yang terus berjalan di latar belakang. Cara menghemat baterai Android yang paling efektif adalah menekan konsumsi daya dari layar, membatasi aplikasi yang tidak perlu aktif, dan mengubah kebiasaan pengisian. Beberapa penyesuaian di bawah ini bisa langsung kamu terapkan tanpa perlu aplikasi tambahan.
1. Turunkan kecerahan layar dan aktifkan batas otomatis
Layar menyedot porsi daya paling besar di hampir semua ponsel. Menurunkan kecerahan dari 100 persen ke sekitar 50 persen sudah terasa bedanya, apalagi kalau kamu sering memakai ponsel di dalam ruangan.
Buka Pengaturan > Layar, lalu aktifkan kecerahan otomatis. Sensor cahaya akan menyesuaikan tingkat terang sesuai kondisi ruangan, sehingga layar tidak terus-menerus menyala penuh saat kamu berada di tempat yang redup. Matikan juga fitur yang membuat layar tetap menyala lebih lama dari yang dibutuhkan.
2. Pasang waktu tidur layar yang pendek
Layar yang menyala terlalu lama saat ponsel diletakkan di meja ikut menguras daya. Atur durasi sebelum layar mati otomatis di Pengaturan > Layar > Waktu tunggu layar. Pilihan 30 detik biasanya cukup untuk membaca notifikasi singkat.
Kalau kamu sering meninggalkan ponsel tanpa mengunci, aktifkan kunci otomatis setelah layar mati. Kebiasaan kecil ini terasa saat kamu sedang sibuk dan ponsel berkali-kali menyala tanpa dipakai.
3. Batasi aplikasi yang berjalan di latar belakang
Banyak aplikasi tetap aktif setelah kamu tutup, entah untuk menyegarkan konten atau mengirim notifikasi. Sebagian memang perlu, sebagian tidak. Cek daftar pemakaian baterai di Pengaturan > Baterai > Penggunaan baterai dan lihat aplikasi mana yang paling banyak menghabiskan daya.
Untuk aplikasi yang jarang kamu buka tapi sering muncul di daftar itu, buka info aplikasinya lalu pilih batasi aktivitas latar belakang. Di Android versi baru, pengaturan ini ada di menu Baterai pada halaman aplikasi. Jangan batasi aplikasi pesan atau aplikasi yang memang kamu andalkan untuk notifikasi penting.
4. Matikan notifikasi yang tidak kamu baca
Setiap notifikasi membangunkan layar dan memicu proses di belakangnya. Kalau kamu punya belasan aplikasi yang mengirim pemberitahuan promosi, ponsel terus terjaga sepanjang hari.
Buka Pengaturan > Notifikasi, lalu matikan notifikasi dari aplikasi yang tidak perlu. Kamu juga bisa menonaktifkan notifikasi berdasarkan kategori di dalam aplikasi tertentu, misalnya hanya mengizinkan pesan pribadi tapi memblokir promosi.
5. Gunakan mode gelap bila layarmu mendukung
Pada layar OLED, piksel hitam benar-benar mati sehingga mode gelap bisa menurunkan konsumsi daya, terutama saat kamu memakai ponsel di malam hari. Aktifkan lewat Pengaturan > Layar > Tema gelap atau jadwalkan agar menyala otomatis setelah matahari terbenam.
Hasilnya tidak selalu besar, apalagi kalau layarmu masih tipe LCD. Tetap saja, mode gelap membuat mata lebih nyaman dan membantu sedikit demi sedikit saat pemakaian malam.
6. Kelola koneksi yang menyala terus
Bluetooth, GPS, dan hotspot yang aktif tanpa dipakai ikut menguras daya, meski tidak sebesar layar. Matikan Bluetooth saat tidak memakai earphone atau jam tangan, dan nonaktifkan lokasi presisi tinggi untuk aplikasi yang tidak benar-benar membutuhkannya.
- Matikan hotspot seluler begitu selesai dipakai.
- Pilih mode lokasi hemat daya untuk aplikasi yang hanya butuh perkiraan area.
- Putuskan koneksi Wi-Fi ke jaringan yang sinyalnya lemah, karena ponsel akan terus mencari sinyal.
- Hindari menaruh ponsel di tempat yang sinyalnya buruk terlalu lama, karena ponsel menaikkan daya pancar untuk tetap terhubung.
7. Aktifkan mode hemat daya sebelum baterai kritis
Mode hemat daya membatasi aktivitas latar belakang, menurunkan performa, dan mematikan beberapa fitur. Sebagian orang baru menyalakannya saat baterai tinggal 15 persen, padahal kamu bisa mengaktifkannya lebih awal ketika tahu akan jauh dari colokan.
Atur agar mode hemat daya menyala otomatis pada persentase tertentu, misalnya 30 atau 40 persen. Di beberapa ponsel, ada juga mode hemat daya ekstrem yang hanya menyisakan aplikasi penting, cocok untuk perjalanan panjang.
8. Perhatikan kebiasaan mengisi daya
Baterai lithium di ponsel modern paling nyaman berada di kisaran 20 sampai 80 persen. Mengisi sampai penuh lalu membiarkannya tersambung semalaman terus-menerus bisa mempercepat penurunan kapasitas dalam jangka panjang.
Kalau ponselmu punya fitur batas pengisian, aktifkan. Fitur ini menahan pengisian di sekitar 80 persen dan melanjutkannya menjelang waktu bangun. Hindari juga memakai ponsel sambil mengisi daya dalam waktu lama, karena panas berlebih memperpendek umur baterai.
9. Perbarui sistem dan aplikasi secara rutin
Pembaruan sistem sering membawa perbaikan pada pengelolaan daya, termasuk memperbaiki aplikasi atau layanan yang boros. Buka Pengaturan > Pembaruan sistem secara berkala, dan perbarui aplikasi lewat toko aplikasi.
Sebaliknya, hapus aplikasi yang sudah tidak kamu pakai. Aplikasi yang menganggur tetap bisa berjalan di latar belakang, mengirim notifikasi, atau menyegarkan data tanpa kamu sadari.
10. Cek kesehatan baterai secara berkala
Kalau semua penghematan sudah dilakukan tapi baterai tetap cepat habis, kapasitasnya mungkin sudah menurun. Beberapa ponsel menampilkan kondisi baterai di menu pengaturan atau lewat aplikasi bawaan. Tanda lain yang perlu diwaspadai adalah baterai cepat panas, mengembung, atau persentasenya meloncat turun tiba-tiba.
Untuk kondisi seperti itu, servis di tempat resmi lebih aman daripada mengganti baterai sendiri. Penggantian baterai yang tidak sesuai spesifikasi bisa menimbulkan risiko pada perangkat.
Menghemat baterai Android pada dasarnya soal menekan pemakaian layar, membatasi aplikasi yang aktif tanpa perlu, dan merawat kebiasaan pengisian. Mulai dari dua atau tiga langkah yang paling relevan dengan pemakaianmu, lalu lihat perubahan pada daftar penggunaan baterai setelah beberapa hari.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah aplikasi penghemat baterai benar-benar membantu?
Sebagian besar fitur yang ditawarkan aplikasi semacam itu sudah tersedia di pengaturan bawaan Android, seperti mode hemat daya dan pembatasan latar belakang. Aplikasi tambahan justru bisa ikut berjalan di latar belakang dan memakan daya. Pengaturan bawaan biasanya cukup.
Mengapa baterai Android cepat habis padahal jarang dipakai?
Cek aplikasi yang berjalan di latar belakang, sinkronisasi akun, dan kualitas sinyal di lokasimu. Sinyal lemah membuat ponsel bekerja lebih keras untuk tetap terhubung. Notifikasi dari banyak aplikasi juga membuat layar sering menyala tanpa kamu sadari.
Apakah mengisi daya semalaman merusak baterai?
Ponsel modern sudah menghentikan pengisian saat baterai penuh, jadi risikonya tidak sebesar dulu. Meski begitu, menjaga baterai di kisaran 20 sampai 80 persen dan menghindari panas berlebih tetap membantu memperpanjang umurnya. Manfaatkan fitur batas pengisian jika tersedia.